Wednesday, June 8, 2016

Review Michelin Pilot Road 4 - 2,500 km on going (PR4 VS Battlax T30)

Pilot Road 4...... jadi ban pilihan saya menggantikan Battlax T30 yang sebelumnya dipakai si biru sejauh 10rb km selama satu tahun, reviewnya ada disini. Kenapa beralih ke Michelin ya sebenarnya karena kurang puas dan cari experience baru lagi saja sih sekalian biar artikel nambah:) Saya beli ban ini sekitar bulan Maret 2016 disaat lagi sangat susah cari ban Michelin baru, apa daya terpaksa juga ambil ban produksi awal 2014 yang bagian belakang dan mid 2014 untuk bagian depan. Sedikit lebih lama produksinya dibanding Battlax T30 saya yang sekitar November 2014. Tapi setelah saya lihat dan rasakan feel karetnya masih ok belum getas, jadi lanjut saja pasang apalagi dikasih harga special sama yang punya toko. Ketika artikel ini ditulis ban sudah terpasang sekitar 2 bulan dan sudah menempuh jarak sekitar 2,500 km, sebelumnya sempat saya tulis failure PR4 ini yang terjadi di luar Indonesia ada disini







Apa yang saya suka dari ban ini adalah complicated design nya, ya coba kita perhatikan begitu banyak alur kembangannya yang akan sangat useful untuk jalan basah. Oh iya perlu diketahui juga PR4 ini adalah head to headnya T30 yang sama-sama untuk peruntukan sport touring, kalau di web sih pasti dibilang PR4 ini lebih unggul dibanding kompetitornya T30 dan merek lainnya tapi apakah begitu? mari kita ulas dulu..... oh iya, size ban yang saya pakai mulai dari T30 sampai PR4 ini adalah depan 120/70 R17 dan belakangnya 180/55 R17

Bagian atas Standard and GT version (yg saya pakai), bawah trail version
Ban tergolong mempunyai multicoumpond untuk ban depan dan ban belakang, bagian depan medium di tengah dan soft di tepi sedangkan belakang hard di tengah dan medium di bagian tepi. Hard dibagian belakang diperlukan untuk memperpanjang millage sedangkan medium di tengah depan untuk meningkatkan pengereman. Posisi 20% hard dibagian belakang tengah juga tepat karena bagian inilah yang banyak bersinggungan dengan aspal dijalanan lurus. Berbeda dengan T30 yang bagian depan nya single compound dan bagian belakang dual compound.


Performance

Setelah pasang coba jalan untuk berangkat kantor pagi-pagi jam 05.10 supaya traffic masih sepi, coba melibas jalanan dengan speed menengah sambil inreyen ban baru. Cukup terkejut juga ketika menikung kok saya tidak merasakan ban nya sliding seperti dulu waktu inreyen Battlax T30, hmm.... masa iya gak licin coba test lagi lebih kencang dan lebih miring lagi. hahaha dalam hati bersorak kegirangan ternyata ini ban kok gak butuh inreyen buat hilangkan lapisan lilin ya? Saya pikir-pikir lagi mungkin ini karena lama di toko dan lapisan lilin hilang karena banyak dipegang-pegang orang kali ya? hahaha

Yang jelas hari pertama pakai langsung meningkatkan level PD sampai chicken strip ban belakang habis, yang depan sisa sekitar 5mm bagian kanan dan kiri sekitar 10mm. Beda dengan T30 yang profil ban depannya cenderung meninggi sehingga sisa chicken strip depan lebih banyak lagi. Bagian belakang PR4 ini juga dengan size sama dengan T30 sebelumnya cenderung lebih kecil lebar bannya, ini gak saya ukur sih cuma terlihat lebih kecil aja lebarnya beda dengan T30 yang terlihat lebih lebar, mungkin efek PR4 banyak alur kembangannya. Perbandingan chicken stripnya bisa dilihat di lihat manual dengan artikel T30 sebelumnya disini

Performance touring juga OK banget sudah saya test 1,100 km Jkt - Dieng - Jkt mulai dari dry wet siang sampai malam ridingnya yang artikelnya saya tulis disini





PR4 VS T30 performance
Perbedaan performance dengan T30 juga cukup terasa antara lain:
  • Pengereman ban depan dry road ==> seems like T30 lebih superior disini meski sudah berumur lama tapi ban depan lebih pakem grip rem nya. PR4 grip depan untuk rem masih sedikit dibawah T30.
  • Pengereman ban depan wet road ==> kelihatannya keduanya imbang
  • Pengereman ban belakang dry and wet road ==> kelihatannya keduanya imbang
  • Feed back cornering & cornering grip all tyre ==> berimbang diantara keduanya
  • Aquaplanning ==> PR4 jelas jauh lebih unggul karena alur kembangan untuk membuang air lebih banyak, sempat ngeri-ngeri sedap bakal kena aquaplan di tempat saya sering kena ketika pakai T30 tapi tidak terjadi juga di PR4 malah seperti tidak terjadi apa-apa. As smooth like a hot knife cut a butter. Tapi hal ini mungkin sudah diperbaiki oleh Battlax lewat versi terbaru T30 yaitu T30 evo.
  • Light offroad and gravel track ==> keduanya berimbang
  • Millage ==> saya belum bisa bicara banyak mengingat baru jalan 2,500km dan belum terlihat tanda-tanda keausan yang cukup berarti disamping itu ban juga masih belum getas.
  • Crossing road marking or marka jalan ==> sama-sama saja keduanya licin apalagi kalau jalan hujan
  • PR4 sepertinya lebih lengket di aspal kelihatan bagian belakang motor and bagian depan lebih banyak kotorannya kalau jalan basah plus pasir ikutan naik sampai kemana-mana

Verdict
Dengan harga yang mirip seperti T30 tentunya PR4 ini patut diperhitungkan sebagai alternatif pilihan ban kuda besi kesayangan ditambah performance nya yang saya bilang juga jempolan. Nanti kedepannya akan saya update lagi mengenai millage dan performance ketika usia ban sudah menua. Mungkin dengan adanya T30 evo performance T30 evo sudah lebih baik menghadapi aquaplanning cuma saya belum pernah lihat T30 evo masuk di toko di Indonesia malah S20 evo sudah digantikan dengan S21 yang banyak di toko, mungkin karena lebih banyak peminatnya.


Gimana setelah sekitar 1 tahun pakai PR4 ini sejauh 9,000km? simak artikel lanjutannya disini

Semoga membantu