Thursday, July 30, 2015

Review Bridgestone Battlax T30

T30...... merupakan salah satu produk ban bridgestone untuk sepeda motor. Ban ini menjadi pilihan saya jadi sepatu baru si biru ninja 650 saya menggantikan ban dunlop yang sudah expired dan menuju habis setelah jalan sejauh 6,200 km. Kenapa gak pakai merek lain? sebelumnya saya pakai Battlax S20 di ninja 250 saya dan puas dengan performance serta millage nya (jarak tempuh), jadi saya mau coba battlax lagi seri lainnya dan pilihan jatuh pada T30 yang desain untuk touring berhubung si biru ini kuda beban yang dipakai tiap hari ngantor dan pakai touring juga.


Kode T pada ban ini menandakan designated for touring, dimana ban depan single compound dan ban belakang dual compound. Feeling saya sih depan medium compound semua sedangkan belakang bagian tengah medium compund dan sampingnya soft untuk keperluang mereng-mereng saya sih cukup ya. Yang cukup menarik dari ban ini adalah ban depannya yang ada bentuk seperti huruf T or Y menurut saya.



Saat artikel ini ditulis ban sudah berjalan kurang lebih sejauh 6,700 km dalam jangka waktu 6 bulan. Ban saya pasang pada bulan Februari dan kedua ban kode produksi sekitar Nov 2014, masih cukup fresh ban nya ketika terpasang. Ban depan yang digunakan depan 120/70 R-17 dan belakan 180/55 R-17 kebetulan memang velg belakang sudah diganti dengan 6 inch jadi masih masuk rekomendasi BS untuk size 180. Tekanan ban juga saya pertahankan selalu di 32 psi depan dan 36 psi belakang as recommend dari Kawasaki.
Sebagaimana ban baru pada umumnya, ketika pertama kali ban terasa licin karena masih ada lapisan lilin yang menutup ban tapi setelah jalan diatas 150 km selanjutnya grip langsung mulai terasa. Saya ingatkan pada bro and sis sekalian untuk ban motor ketika baru harap berhati-hati karena ada proses inreyen yang sedang berjalan dan juga jangan extrim rebahnya karena memang licin, diatas 150 km mau dipakai extrim Insyaallah aman.

Performance
1,500 km pertama selain saya habiskan pulang pergi ke kantor juga saya pakai touring berdua istri ke puncak yang artikelnya bisa dilihat disini touring to Melrimba Garden Puncak
wah ini pertama kalinya saya pakai ban ini miring extrim berboncengan pula dan gak ada gejala ngebuang seperti pakai Dunlop bawaan motor.
chicken strip atau area ban yang belum sentuh aspal pun tinggal tipis sekali sekitar 5 mm saja. Sangat-sangat puas pakai ban ini termasuk juga gejala power slide atau slide ban belakang tidak ada lagi. Ditambah lagi pengereman jadi tambah mantap karena ban baru termasuk juga lebih empuk bannya
Performance di waktu hujan untuk pengereman juga OK tapi untuk cornering saya play safe saja dan kalem so far aman saja ban nya.
Performance di jalan rusak or gravel and sand juga ok and masih bagus gripnya kecuali lawan tanah merah walah nyerah deh seperti kejadian di bawah ini.
Top speed yang diperoleh dengan ban ini yaitu 170 kpj dilakukan di jalan bypass Kerawang arah Cikampek, si biru tetap melaju anteng tidak ada limbung atau goyang.






Millage
Millage or jarak tempuh ban, kalau saya amati setelah 6,700 km karet ban seperti sudah mulai keras dan terasa kasar bantingannya meski kembangan masih terasa empuk. Kalau diukur ketinggian karet ban ke TWI (thread wear indicator) yang merupakan batas safe pengunaan ban, untuk ban depan sekitar 3 mm lagi dan belakang masih ada sekitar 5 mm lagi. Loh kok ban depan habis lebih cepat, wajar saja karena sering dalam kota dan banyak penggunaan rem depan.
Masih lebih tebal dibandingkan ban dunlop yang lebih cepat habisnya, seingat saya waktu itu sebelum ganti yang depan sudah tinggal 1 mm lagi ke TWI dan belakang less than 5 mm.
Dibawah ini foto ban kemarin sore






Cons
Pernah juga ban ini keok dan selip waktu naik ke tebing Kraton Bandung dari tempat parkir mobil menanjak ke atas ada sekitar 2 km lagi dan jalan rusak parah. Waktu itu saya jadi RC dan jalanan rusak habis hujan bercampur tanah merah seperti di foto di bawah ini. Ban belakang selip dan kehilangan traksi berkali-kali sampai akhirnya diputuskan untuk putar arah. Cerita riding kesana saya tuliskan di artikel ini touring to Bandung


Kejadian selanjutnya ketika jalanan hujan dan ada lapisan tipis air yang bergerak dan jalan sedikit menikung, saya ingat posisi tidak  menginjak marka jalan dan hanya miring sedikit motor kena gejala aquaplaning di ban belakang padahal kecepatan tidak terlalu tinggi. Mungkin kalau ada traction control akan lebih membantu, tapi karena motor ini memang gak ada TC ya gitu deh sering ada power slide dll.
Sepetinya curhatan saya ini mengenai aquaplaining terbaca juga oleh pihak Bridgestone jadi mereka mengeluarkan T30 evo yang merupakan pengembangan dari T30

Pengembangan dilakukan dengan penambahan salah satu panjang groove di ban belakang untuk mendapatkan bidang kontak lebih baik di permukaan basah. Harusnya ini bisa mengurangi gejala aquaplanning tersebut dan meningkatkan performa

Verdict
T30 bisa jadi salah satu opsi untuk hobi touring or riding performance diatas ban standar bawaan motor pastinya. Millage juga cukup baik meski ban akan jadi lebih keras seiring waktu berjalan
Tadinya saya pikir si biru karakter handling kurang tegas seperti ninja 250 saya sebelumnya efek motor yang lebih tinggi ternyata setelah ganti ban this bike is very easy to flip in traffic jam and to cornering.
Saya sarankan sebelum upgrade shock, sistem pengereman, stabilizer, steering damper dan kawan-kawan silahkan coba ganti ban dulu satu set komplit tentunya ban yang performancenya diatas ban standar then you will feel the big differences.
Kalau mau lihat detail untuk upgrade ban motor bisa lihat di artikel saya disini
End of Use dari ban T30 ini sudah saya tulis artikelnya disini

Well sepertinya cukup review dari saya, nextnya saya mau coba brand lain dulu to get another riding experience and feel. Kalau pakai ban sama terus nanti artikel gak nambah-nambah, haha