Tuesday, October 13, 2015

NSFO Safety Riding

Safety Riding....... berkaitan dengan teknik dan attitude kita dalam riding. Kali ini event di arrange oleh NSFO jadi langsung teori dan praktek, tercatat 14 anggota NSFO Jabodetabek yang hadir. Pengajarnya adalah pak Bambang dan pak Ukke dari polda yang merupakan pelatih dari grup HD polwan tak lupa juga ada bro Lutfi dan bro Lanay yang juga didikan pak Bambang yang belakangan saya baru tahu bro satu ini freesyler handal juga waktu nekuk-nekuk GSX750. Saya bersemangat juga ikut karena baru kali ini yang langsung praktek, kalau yang dulu-dulu sih teori aja di kelas. Kita lihat dulu triller nya......








Berhubung bapak-bapak tersebut melatih para Polwan jadi kami bersabar saja sambil lihat-lihat para Polwan latihan parade dan ikutan foto di unit HD mereka









Setelah selesai melatih polwan, mulailah pak Bambang memberikan teori dan mulai untuk praktek.





Pak Bambang menjelaskan bahwa rider yang meletakkan jarinya diatas tuas adalah rider yang mengandalkan reflek sedangkan riding motor haruslah menggunakan pikiran tidak boleh reflek, karena reflek orang bermacam-macam ada yang langsung merem, teriak, loncat dari motor dan lainnya. Termasuk saya juga salah kadang jari masih suka standby diatas tuas baik itu tuas rem or tuas kopling.
Dalam melakukan pengereman juga jari yang berperan adalah jari kelingking dan manis tangan kanan, justru jari telunjuk dan tengah hanya sebagai bantuan. Termasuk saya juga yang masih salah, hahaha..... hal ini dikarenakan jari telunjuk dan tengah lebih mengakibatkan overpower sehingga bisa dlosor karena ban depan hilang traksi. Posisi tangan kanan ketika tarik gas juga harus tetap rata seperti tangan kiri untuk minimize waktu ketika menggunakan rem depan

tangan kanan posisi pengereman. Jari yang bermain jari manis dan kelingking
posisi tangan ketika buka gas dan motor berjalan - tidak boleh ada jari standby di tuas
posisi yang dibilang kurang tepat menurut pak instruktur - tangan kanan tidak sejajar dengan tangan kiri

posisi tangan kanan dan kiri yang sejajar dimana tangan kanan posisinya sudah buka gas
posisi gas zero - posisi tangan kanan waktu ambil gas - ini supaya tangan kanan dan kiri sejajar ketika motor berjalan


Begitu juga ketika menarik kopling, yang narik kopling hanya lah jari tengah dan telunjuk tangan kiri saja. Jari kelingking dan manis standby di handle kiri jadi tuas kopling harus diatur sedemikian rupa sehingga kita bisa oper gigi ketika tuas kopling berjarak beberapa mili saja dari jari manis ketika kita tarik tuas. Well, lagi-lagi saya salah juga nih selama bertahun-tahun. hahaha Tujuannya adalah menghindarkan kopling lepas mendadak misalkan ketika kita sedang mengkopling dan ditabrak dari belakang.

poisis jari kiri ketika mau menarik kopling

kopling aktif dan perseneling mudah dimasukkan

posisi jari yang kurang tepat menurut instruktur dimana seluruh jari digunakan

Sesi pertama adalah pengereman yang benar tapi salah, nah lo..... jadi rem belakang di block habis dan tanpa menggunakan rem depan or engine break serta kopling tarik full. Apa sih sebenarnya tujuannya? jadi ini ditujukan bagi kita ridernya supaya tahu liarnya ban belakang motor kita ketika panic breaking dan mengendalikan motor ketika bagian belakang bergerak liar. Memang benar ketika panic breaking mostly ban belakang kita akan ngunci dan gerakan selanjutnya adalah tergatung bagaimana kita bertindaknya.
Resultnya kurang lebih seperti ini pada speed 65 kpj dengan rem belakang saja motor saya berhenti di sekitar 32 meter menggunakan battlax T30 180/55 R-17. Sedih juga lihat ban jadi cepet gundul, hiks hiks tapi gak apa demi belajar


Antri praktek

Sesi Kedua adalah penggunaan rem depan saja. Hasil dari teknik pengereman rem depan saja adalah jarak berhenti berkurang jadi hanya 1/3 saja bila menggunakan rem belakang, alhasil saya berhenti sekitar 5 meteran saja dari titik rem, ditambah malah jadi stoopie karena narik tuas rem depan jadi lebih smooth. Beda hal nya ketika saya tarik dominan pakai telunjuk and jari tengah malah ban depan skid hilang traksi. Sayang gak ada yang shoot videonya untuk sesi ini

Sesi ketiga adalah turning dengan gaya motocross, menurut pak instruktur gaya motocross or counter weight ini digunakan untuk speed dibawah 90 kpj, diatas itu baru pakai teknik hanging seperti motogp. Nah ini yang cukup challenging dan mendebarkan dimana moge ninja 650 dipaksa miring sedemikian rupa, hilang fokus sedikit roboh lah motor. Si biru sampai roboh 2 kali ke kanan karena praktek ini. Kurang lebih teorinya seperti ini kalau dituliskan:
ketika menikung ke kiri maka posisi pantat geser ke kakan - gas lamsam, tidak ada main gas - kopling juga dilepas - kaki kiri jinjit di footstep kiri - paha kiri kempit tangki - pinggul maju ke depan dorong tangki sisi kanan -  tangan kiri lurus - tangan kanan tekuk sehingga badan maju kedepan. Hasilnya radius putar makin mengecil kalau tangan kanan makin ditekuk alhasil makin miring lagi motor dan radius putar makin kecil. Bila perlu atur speed gunakan rem belakang
Walah baru kali ini si biru miring banget dengan speed rendah, kok kayanya lebih pede miring dengan speed tinggi tapi ini sangat useful ketika kita mau putar motor. Intinya adalah badan mengatur center of gravity dari motor dan diri kita sendiri
kalau balik lagi ke cornering technique kita pakai teknik rider above the bike pushing it down untuk speed dibawah 90 kpj.

Salah satu adegan tom and jerry - jangan ditiru gak pakai helm


Sayang saya harus cabut duluan dari event ketika tengah hari, padahal sesi masih berlanjut dan bisa belajar banyak lagi.
hasil dari event ini adalah banyak pengetahuan baru bagi saya yang sudah hampir 15 tahun naik motor serta badan pegel-pegel semua karena 1 bulan ini naik honda beat mulu buat manjangin kilometer inreyen, sekalinya naik ninja malah praktek safety riding


Summary dari 3 session yang saya ikuti:

  • Tidak boleh ada jari standby diatas tuas rem maupun kopling
  • Rem belakang bisa dipergunakan ketika menikung
  • Rem depan hanya dipergunakan ketika jalan lurus
  • rem depan dikendalikan dengan jari manis dan kelingking tangan kanan
  • tuas kopling dikendalikan dengan jari telunjuk dan jari tengah
  • detail teknik bisa kembali lagi lihat ke rincian atas


Masih luas cakupan teknik safety riding ini, saya hanya share segelintir saja dna tidak luput dari kesalahan
Keep study until you die......... bravo NSFO